Kata
Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya kepada
kita semua sehingga makalah ini dapat
terselesaikan. Penyusunan makalah ini di
dasari pada tinjauan pustaka mengenai
pengertian, ciri-ciri, unsur - unsur, syarat topik, dan kerangka cerpen.
Makalah ini disusun dalam rangka untuk
menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia . Pada kesempatan ini kami menyampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya sehingga
makalah ini dapat terselesaikan.
Kami
sangat menyadari bahwa makalah ini masih memerlukan penyempurnaan. Oleh Karena
itu, kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan
khususnya bagi para siswa sebagai sarana pembelajaran.
Jakarta,
15 April 2013
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar………………………………………………………………………………..i
Daftar
Isi ………………………………………………………………………………………..ii
Bab I
………………………………………………………………………………………………1
Bab
II………………………………………………………………………………………………3
Bab
III……………………………………………………………………………………………..5
BAB I
PENDAHULUAN
1.
1 Latar Belakang
Cerpen
termasuk salah satu jenis karangan narasi, narasi merupakan karangan berupa
rangkaian peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Selain cerpen,
karangan yang tergolong kedalam jenis narasi adalah novel, roman, dan semua
karya prosa imajinatif.
Karangan
jenis ini bermaksud menyajikan peristiwa atau mengisahkan apa yang telah
terjadi dan bagaimana suatu peristiwa terjadi.
Selain
berdasarkan fakta, kejadiannya boleh berupa sesuatu yang dikhayalkan oleh
penulis dan dihidupkan dalam alam fantasi yang sama sekalijauh dari realita
kehidupan.
1. 2. Maksud dan Tujuan
Pembuatan makalah ini dimaksudkan
agar para murid mengerti mengenai apa itu cerpen beserta bagian – bagian yang
terkandung di dalamnya.
Adapun
tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ø Mengetahui pengertian cerpen
Ø Mengetahui
ciri-ciri cerpen
Ø Mengetahui
unsur – unsur cerpen
Ø Mengetahui
syarat topik cerpen
Ø Mengetahui
kerangka cerpen
1.
3. Identifikasi
Masalah
Mendapatkan informasi dan pembelajaran
tentang cerpen dan bagaimana unsur – unsur atau bagian yang terkandung di
dalamnya.
1.
4.
Batasan Masalah
Dalam makalah ini hanya meneliti tentang
pengertian, ciri – ciri, unsur – unsur, syarat topik, dan kerangka cerpen.
1.
5. Metodologi
Penulisan
1.
Penulis mencari berbagai sumber yang berkaitan
dengan topik
2.
Penulis mencatat hal – hal yang diperlukan dari
sumber tersebut
3.
Penulis menuangkan hasil kerja ke dalam bentuk
makalah dan menarik kesimpulan
1.
6.
Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan laporan ini adalah
:
v Bab I Pendahuluan
Bab ini
berisi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, identifikasi masalah, batasan
masalah, metodologi penulisan, serta sistematika penulisan.
v Bab II Pembahasan
Bab ini
berisi pembahasan mengani cerpen yang berdasarkan sumber yang telah dicari
v Bab III Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan dan
saran dari survey yang telah dilakukan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Cerpen
1.
Menurut Wikipedia :
2.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
Cerita
pendek apabila diuraikan menurut kata yang membentuknya berdasarkan Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut : cerita artinya tuturan yang
membentang bagaimana terjadinya suatu hal, sedangkan pendek berarti kisah
pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan
memusatkan diri pada satu tokoh dalam situasi atau suatu ketika ( 1988 : 165 ).
3.
Menurut
Susanto dalam Tarigan (1984 : 176) :
Cerita
pendek adalah cerita yang panjangnya sekitar 5000 kata atau kira-kira 17
halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.
Jadi,
Cerpen
adalah sebuah karangan yang menceritakan tentang suatu
alur cerita yang memiliki tokoh cerita dan situasi cerita terbatas.
B.
Ciri-ciri
Cerpen
Ø Ciri-ciri cerita pendek menurut pendapat Sumarjo
dan Saini (1997 : 36) sebagai berikut.
·
Bersifat rekaan (fiction)
·
Bersifat naratif
·
Memilki kesan tunggal
·
Ceritanya pendek
Ø Jadi, ciri-ciri cerpen secara
umum adalah :
1.
Tidak lebih dari 10.000 kata ( selesai dalam
" sekali duduk"/15-30 menit.)
2.
Besifat Fiksi
3.
Fokus cerita pada satu kejadian tunggal
4.
Terbatas pada hal-hal yang penting saja
5.
Perwatakan tokoh digambarkan sekilas
6.
Alur yang digunakan alur rapat
7.
Konflik yang ditampilkan tidak menimbulkan
perubahan nasib tokohnya
C. Unsur – Unsur Cerpen
1.
Pelaku
Pelaku
adalah orang yang berperan dalam cerita
2.
Latar
Latar
adalah tempat, waktu atau keadaan alam atau cuaca terjadinya suatu peristiwa.
Wiyanto (2005:82) membedakan latar sebagai
berikut:
·
Latar
tempat, yaitu tempat peristiwa dalam cerita itu terjadi.
·
Latar waktu, yaitu kapan peristiwa dalam cerita
itu terjadi.
·
Latar suasana, yaitu suasana yang mendukung peristiwa
dalam cerita tersebut. Suasana ini dapat berbentuk suasana batin, seperti
perasaan bahagia atau sedih, juga dapat berupa suasana lahir, seperti sepi atau
hiruk pikuk.
3.
Konflik
Masalah di dalam cerita memunculkan konflik.
Konflik merupakan pertemuan atau benturan antara dua kekuatan yang berlawanan.
Masalah dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah luar (fisik) dan masalah
dalam (batin).
v Masalah dari luar terjadi antara tokoh dengan
sesuatu di dalam dirinya. Masalah ini bisa terjadi dengan lingkungan atau
manusia.
v Masalah batin timbul dalam diri tokoh. Masalah ini
terjadi oleh tokoh dengan dirinya sendiri.
4.
Peristiwa
Peristiwa
adalah suatu kejadian yang telah belangsung atau sedang terjadi pada suatu
cerita.
D. Syarat Topik Cerpen
a. Topik
harus menarik perhatian
b. Topik
yang diambil harus sesuai dengan pengetahuan penulis
c. Jangan
terlalu baru, jangan terlalu teknis, dan jangan terlalu kontroversial
d. Bermanfaat
E. Kerangka Cerpen
1.
Tema
Tema adalah salah satu unsur pembangun cerpen,
yaitu gagsan utama yang terkandung dalam suatu karya sastra dan yang mendasari
terciptanya karya sastra tersebut
2.
Tokoh
utama
(sudah
ada penjalasan di atas)
3.
Watak
Sifat
para palaku/tokoh
4.
Peristiwa
(sudah
ada penjelasan di atas)
5.
Latar
(sudah
ada penjelasan di atas)
6.
Konflik
(sudah
ada penjelasan di atas)
7.
Sudut
pandang
Sudut
pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya dalam cerita yang ditulisnya.
Sudut pandang dibedakan menjadi
2 pola utama :
1.
Pola
orang pertama
Kedudukan pengarang dapat
dikategorikan menjadi 3 macam :
·
Pengarang sebagai tokoh utama
·
Pengarang sebagai pengamat tidak langsung
·
Pengarang sebagai pengamat langsung
2.
Pola
Orang ketiga
Secara eksplisit memakai kata ganti
dia, ia atau nama orang. Dalam pola ini pengarang dapat diibaratkan sebagai
dalang, orang yang bercerita tetapi tanpa harus terlibat dengan peristiwa yang
dialami tokoh-tokoh yang diceritakannya. Pola ini dibedakan menjadi 2 tipe:
·
Sudut pandang serba tahu
·
Sudut pandang terarah
8.
Alur
Alur merupakan struktur penceritaan dalam cerpen yang di dalamnya berisi
rangkaian kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan hubungan sebab
akibat (kausalitas) dan logis.
Tahapan alur:
o
Tahapan permulaan
o
Tahapan pertikaian (konflik)
o
Tahapan perumitan
o
Tahapan puncak (klimaks)
o
Tahapan peleraian
o
Tahapan akhir
9.
Judul
Judul
adalah sebaris kata yang mengjabarkan tema dari cerita pendek tersebut.
BAB III
KESIMPULAN
DAN SARAN
· Kesimpulan
Dengan
ini kami menyimpulkan bahwa cerpen adalah cerita pendek yang dibaca hanya dalam
10 menit dan cerpen memilki banyak unsure yang membangunnya seperti tokok,
latar, peristiwa, konflik dan masih banyak lagi yang sudah dijabarkan di dalam
pembahasan di atas.
· Saran
Pada
saat Anda menulis cerpen sebaiknya Anda menyajikan beberapa unsur penting
cerpen yang sesuai dengan daya kreasi Anda. Unsur-unsur penting itu meliputi:
tema, plot/alur, tokoh, latar/setting,amanat dan sudut pandang. Jadi, Anda
harus mengembangkan tema, menyajikan rangkaian peristiwa, tokoh, latar, amanat
dan sudut pandang dengan menarik.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar